Health

Jangan Anggap Remeh Keseleo, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Jakarta (KABARIN) - Keseleo atau terkilir sering terjadi saat olahraga, angkat beban, atau terpeleset, dan kadang dianggap cedera ringan yang bisa sembuh sendiri. Padahal tidak selalu begitu.

"Karena sangat umum, banyak orang mencoba mengatasi rasa sakitnya sendiri. Terkadang itu baik-baik saja. Terkadang tidak," kata konsultan cedera olahraga dan ahli bedah penggantian sendi di Rumah Sakit Arete Dr. Kundan Kumar Jha sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Rabu (28/1).

Dr. Jha menyebut ada beberapa tanda yang menandakan cedera otot mungkin lebih serius dan butuh penanganan medis. Cedera ringan biasanya membaik dalam beberapa hari, tapi kalau rasa sakit tidak berkurang atau malah makin parah, itu bisa jadi pertanda serius.

Kalau area yang cedera bengkak dan tidak mereda atau membengkak lagi saat digerakkan, menurut Dr. Jha, itu biasanya menunjukkan cedera tidak sembuh dengan benar.

Cedera otot juga dianggap serius jika membuat orang berhenti menggerakkan bagian tubuh yang cedera atau mengubah cara bergerak untuk menghindari rasa sakit. Kesulitan berdiri, berjalan, menggenggam, atau membawa beban biasanya jadi sinyal bahwa cedera tidak ringan.

Jika lutut, pergelangan kaki, bahu, atau pergelangan tangan terasa goyah, kemungkinan ligamen terluka atau otot di sekitarnya tidak bisa menopang dengan baik.

Rasa nyeri, perubahan bentuk, kesemutan, mati rasa, atau susah digerakkan di bagian cedera sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis profesional.

Rasa sakit yang sering muncul di tempat yang sama bisa berarti cedera awal tidak benar-benar sembuh dan otot di sekitarnya belum cukup kuat.

"Dengan istirahat, mungkin fisioterapi, atau menggunakan penyangga, kebanyakan orang akan sembuh dan tidak mengalami kekakuan atau sendi yang lemah," kata Dr. Jha.

Ia menekankan nyeri dan ketidakstabilan yang berkelanjutan akibat cedera otot tidak boleh dianggap normal dan sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga kesehatan profesional.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: